Tampilkan postingan dengan label My Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Diary. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

Lebaran 1436 H; Momentum Pererat Silaturrahmi dan Orientasi Diri

Sekitar 05.47 wib kumandang takbir berkumandang dimana-mana, nuansa Jakarta hari ini jauh dari sebelumnya yang ramai dengan suara deru kendaraan atau kemacetan diberbagai pelosok termasuk jalan menuju Masjid Sunda Kelapa. Predikat kota macet agaknya kurang tepat untuk menggambarkan Jakarta hari ini maklum bertepatan dengan hari kemenangan umat muslim sehabis berpuasa selama sebulan, yaitu "Momentum Hari Raya Idul Fitri 1436 H".  Semua ummat Islam tak terkecuali masyarakat penghuni "Sarang Dipo" berbondong-bondong menuju ke lokasi (Red; Masjid Sunda Kelapa). Sesampai di masjid, kamipun mengambil posisi masing-masing dan khidmat mengikuti setiap alur rangkaian acara sholat Id. Ada yang tertidur, menangis, dan adapula yang biasa-biasa saja mendengar khutbah Sholat Id.

Sedikit informasi mengenai "Sarang Dipo", tempat ini merupakan sebutan untuk Markas HmI yang lama, berlokasi di Jalan Diponegoro No. 16A Menteng Jakarta Pusat. Awal penyebutan istilah "Sarang Dipo" belum diketahui pasti namun yang jelas tempat ini memang cukup familiar dengan sebutan tersebut oleh kalangan para aktivis HmI. Gedung "Sarang Dipo" merupakan lokasi bersejarah yang menjadi simbol kebanggaan kader HmI (Himpunan Mahasiswa Islam), tempat yang selalu menjadi dambaan semua kader HmI untuk tinggal meskipun hanya beberapa waktu. Dulunya tempat ini menjadi markas alias kantor pusat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam sebelum pindah ke Jl. Sultan Agung No. 25A Guntur, Jakarta Selatan (ketika cerita ini ditulis, para senior-senior yang sedang menjabat sebagai Pengurus  Besar HmI masih ditinggal disini, Red; "Sarang Dipo"). "Sarang Dipo" sendiri pernah ditempati oleh tokoh-tokoh intelektual nasional seperti Cak Nur (Nurcholis Madjid), Ridwan Saidi, Cak Anas (Anas Urbaningrum), Bahlil L Hadalia (Ketua HIPMI), dan masih banyak lagi tokoh-tokoh nasional lainnya yang tidak disebutkan.

08.30 Wib

Pelaksanaan sholat Id sudah kelar, rombongan penghuni "Sarang Dipo" kembali ke sarangya semula, ada Bang Benni, Bang Ipnu, Bang Ancez, Putra, dan Fizi. Namun ketika hendak keluar masjid terjadi peritiwa klasik yang mungkin sering dialami jamaah masjid seluruh Indonesia, yaitu rombongan "Sarang Dipo" kehilangan sendalnya. Kali ini yang berkesempatan menjadi korbannya adalah Bang Benni. (hehehe.. Sabar Bang, Jangan Marah, Harus Merelakan dan Saling Memaafkan).

Sesampai di "Sarang Dipo" kamipun saling berjabat tangan dengan para penghuni yang lebih awal sampai. Sembari menunggu Bang Arif Rosyid (Ketua Umum PB HMI) untuk berziarah ke tempat mertua Wakil Presiden Jusuf Kalla, para penghuni "Sarang Dipo" memanfaatkan waktu bersalam sapa dengan keluarga melalui handponenya, ada yang menangis rindu kampung halaman, ada yang berfoto ria, dan sebagainya.



Sekitar jam 9an WiB rombongan penghuni "Sarang Dipo" bergegas menuju rumah mertua pak Jusuf Kalla, kebetulan di tempat tersebut ada bang Arif. Kemudian dilanjutkan menuju rumah beberapa tokoh nasional seperti Kakanda Dr. Harry Azhar Azis (Alumni HmI yang sedang menjabat sebagai ketua BPK priode 2014-2019), Kakanda Zulkifli Hasan, Setyo Novanto, Kakanda Anies Baswedan, Kakanda Akbar Tandjung, dan Kakanda Bahlil L Hadalia (Ketua HIPMI Priode 2015-2018).

Demikian kisah momentum lebaran tahun ini, nuansa sederhana tanpa keluarga besar masing-masing dan sangat berbeda dengan momentum lebaran sebelum-sebelumnya. #yakusa!!

Kamis, 04 Juni 2015

Kunjungan Ke Komplek Rubita, Dekatkan Diri Dengan Lingkungan

Suara yasinan terdengar merdu di corong masjid samping kosan, mungkin terdengar dan hampir sama dengan yang saya rasakan di kampung halaman ketika pulang kampung. Namun inilah realitanya kalo kota Jakarta tidak selalu negatif seperti apa yang dikira orang.

Hari ini memang tidak ada aktifitas, hanya ngetik skripsi dan sesekali ngutak-ngatik handphone. Niatan ingin cepat-cepat lulus selalu mengebu-gebu ketika melihat teman-teman seangkatan mau sidang skripsi, karena nyatanya memang begitu. 

Sampai disitu pikiranku tentang skripsi, lalu aku segera bergegas merapikan diri serta berkas-berkas yang akan dibawa ke rumah belajar insan cita, diantaranya Al Qur'an, dan beberapa file penting untuk proses mencari informasi tentang eksistensi kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Maklum mau disumbangkan ke rumah belajar insan cita, warga binaan HMI Komisariat Universitas Indraprasta PGRI

Rubita... Kira-kira begitulah singkatannya, aku akan segera kesana n wait me..

Kira-kira 10 menitan, akupun sampe di lokasi dan disambut dengan ciri khas warga jalanan yang kurang perhatian, mereka berebut salaman dan sesekali menarik baju kemeja yang kupakai. "Ka Fizi, Ka Fizi,!! Kapan dateng, besok minggu kita belajar yah," ungkap Amelia, salah satu warga binaanku yang kurang diperhatiin keluarganya. Dengan ciri khas dan senyum simpul kehadapan mereka, akupun mengiyakan pertanyaannya. 

Canda tawa, kekhusu'an, dan wajah dibalut jilbab kecil menjadi pemandangan hari ini ketika berkunjung ke tempat pengajian rubita di komplek kumuh belakang kampus B Unindra PGRI, dengan aksi-aksi dan tampilan mereka yang lugu dan apa adanya seolah  menghilangkan beban pikiran yang mungkin ditanggung ketika besar nanti. Itulah sekelumit gadis yang mungkin tak seberuntung apa yang dirasakan kawan-kawan mentor rubita. 

Dalam benakku, mudah-mudahan saja mereka menjadi orang yang paling beruntung ketika besar nanti, seberuntung apa yang mereka cita-citakan ketika proses pendataan ketika mau ikut belajar di rumah belajar insan cita beberapa bulan lalu. 

Salam yakusa dan inilah kisahku hari ini, mana kisahmu?? 
Ayo sadar menulis.. 
Talk Less Do More n Bukan No Action Talk Only

Rabu, 03 Juni 2015

Catatan Rabu Malam; Ini Kisah Gue

 Alhamdulillah hari ini bisa terlewatkan dengan berbagai kegiatan yang lumayan menarik dari sebelumnya, Bangun jam 6.30 dan segera bergegas membuka laptop memilah-milih tugas yang akan dikumpulkan hari ini. Namun sayang seribu sayang tugas tersebut sudah kehapus dan tak tau rimbanya, well.. jadinya kuliah diulur lagi alias absen.

Dengan berjalannya waktu, jam di layar HP menunjukkan 11.30 wib  aku mutusin mandi dan segera mengingat-ngingat mau kemana hari ini, maklum planing semalem sebenarnya mau ke gedung DPRD DKI Jakarta untuk liat-liat rumah rakyat yang penuh dengan tiang gedung yang tinggi-tinggi,, namun stelah selesai segalanya (Red; mandi) niat tersebut diurungkan. So.. jadi berdiam di kosan lagi dech.!!!

O ia berhubung sudah azan dzuhur sholat dulu ah, mau nyari hidup berkah dulu biar semuanya bisa ditanggulangi Allah segala urusan duniawi ini (Hem.. tobat bro.. tobat..!!), nanti dilanjut lagi yah.. Qt jeda dan tunggu 15 menit lagi. 

Tara.. Taram!!!
Semuanya sudah kelar (Red; sholat) dan saatnya ganti planing mau kemana hari ini, maklum habis laksnain segalnya jadi ringan dan serasa dapat hidayah gitu. 
"Zzz zzzz zzz" Bunyi nada BBM dari kantong celana dan secepat kilat gue baca. "Sayang kamu di jemput Ilham tuh, biar kamu maennya di kosann aja" ujar Zizi sang Honey tercinta.
Alhamdulillah banget dengan seneng hati gue mengiyakan tawaran tersebut dan gue segera rapiin kamar yang agak berantakan tersebut .

Sambil menunggu jemputan gue rapiin peralatan-peralatan yang akan dibawa, laptop, flasdisk, casan dan peralatan seadanya, eits!! Buku jangan sampai ketinggalan karena itu merupakan bagian dari kehidupan gue biar jadi orang bener dan berilmu (hehehe.. nyombong dikit ga apa2, toh ga ada yang muji), tak lama kemudian Ilham pun datang.. 

Lets go to Kosan Zizi,.!!

Sesampainya disana gue langsung manggil Zizi dan langsung bilang kangen ma dia, maklum akhir-akhir ini gue selalu jutek ama dia karena gue selalu nyibukin diri dengan hal-hal yang bermanfaat gitu (lagi sok sibuk bro n sis,,  mksdnye biar ga bored di kosan mulu). Sambil mengisi waktu gue canda-candaan ma penghuni kosannya dia dan terkadang nonton drama korea "Pinocio", sebuah film drama yang lucu, dramatis dan mengajarkan jangan sekali-sekali bohong sama orang (wiidiih.. so toy banget lo, gayanya nonton korea, biasanya lo kaga demen bray..). Tapi.. Hm dripad ga ada yng di tonton. Wkwkwkwk)

Setelah semua rangkaian acaranya selesai (Red; film drama Korea) gue mutusin buka laptop dan ngebuka corat-coretan skripsi yang gue mau bimbingan, gue ngerasa malu juga karena temen2 seangkatan udah mau lulus (diantara temen sekelas kemungkinan besar cuma gue  yang ga pernah bimbingan. Miris,!!!), tapi udahlah,!! Gue selalu optimis kalo tahun ini gue wisuda sesuai dengan janji gue dulu. 

Jreng2.. jreng2.. akhirnya orat-oretannya hampir kelar dan siap2 ngadain janjian sama dospem buat bimbingan pertama. Pokoknya gue selalu yakusa dech!! 

Note;
Bagi bro n sis dimanapun berada, jangan ngikutin prilaku gue karena mungkin itu kurang baik buat ditiru, tapi kalo maksain mau ikut sih ga masalah. Ndekn kembe-kembe (Bahasa lomboknya "ga masalah")

O ia, kalo bro n sis mau jadi kontributor di blog gue silahkan aja mampir dan kirim tulisannya di http://mosok-kita.blogspot.com 

Ok Demikian dulu nulisnya yah, kiranya besok kita sambung lagi, maklum gue sedang ngisi amunisi buat tugas liputan di BPJS NAKER (dulu Kantor Jamsostek)

Ini kisah gue dan mana kisah loe!!!
Talk Less Do More bukan  No Action Talk Only 

@SarangKehidupan-Kp. Gedong
03 Juni 2015

 

Selasa, 02 Juni 2015

Hari Spesial Untuk Di Kenang

Hari ini tepat 2 Juni 2015 bertepatan pula dengan 15 Sya'ban, biasanya pada mlm hari sebelumnya tanggal 15 warga muslim banyak rekreasi ke masjid nyari ridho Allah dan pahala sembari berdoa menuntut keberhasilan untuk mereka sendiri dan ummat. Hari ini juga merupakan hari spesial buat hubungan gue dengan si doi, dimana setiap bulan tepatnya di tanggal 2 kami sering merayakan hari jadi tersebut dan alhamdulillah hari ini sudah di tahun ke 4 lebih 7 bulan (wow.. lama sekali yah.. !!)

Nah.. karena hari bertepatan sekali dengan tanggal 15 sya'ban maka ummat muslim sedunia, termasuk saya pribadi menjalankan puasa sunnah yang telah dibudayakan Rasul semasa hidupnya. (maklum akhir2 ini selalu memperbanyak ibadah karena bagian dari ritual menghadapi bulan suci ramadhan.. so jadi taubat dan ingin hidup lebih berkah dech. Hehehhe)

Sembari nunggu buka puasa gue mutusin ke Pasar Minggu buat beli sepatu karena sepatu andalan saat ini rada-rada kurang enak dipake, maklum sudah lama dan agak jadul,, (ssstt.. yang lama jangan marah ye, nnti akan selalu dipake juga kok)

O i iya ngomongin Pasar Minggu jadi teringat beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu pasar ini terkenal dengan kompleks kumuh dan selalu macet namun bisa dibilang kondisinya berbalik 120 derajat dari sebelumnya semenjak kehadiran rezim Jokowi Gubernur beberapa tahun lalu (cie cie.. seneng ma jokowi ceritanye, bukannya dari kemarin tentang beliau mulu!??), mulai tertata rapi, jarang macet dan bau pasarpun sudah agak mendingan.. 

Sekian dulu yah kawan cerita gue hari ini, kebetulan gue sudah nyampe tempat tujuan nich dan mao langsung capcyus beli sepatu dulu..

Pasar Minggu, 2 Juni 2015

Kamis, 12 Maret 2015

Kisah Cinta Yang Penuh Terjal

Mengutip ungkapan Eric Fromm (Jalaludin Rakhmat dalam bukunya yang berjudul Jalan Menuju Tuhan, hal: 33) manusia modern adalah orang-orang yang menderita, penderitaan tersebut disebabkan oleh kehauasan manusia terhadap kebutuhan akan dicintai oleh orang lain, entah keluarga, kerabat, pacar, dan lain sebagainya. Misalnya kaum pemuda terjerumus ke dalam pergaulan bebas karena ingin dicintai oleh teman sebayannya entah itu dalam bentuk seks bebas, narkoba, khamer, dan lain sebagainya. Lebih lanjut lagi dalam buku tersebut menyebutkan semakin besar usaha seseorang untuk merasa dicintai maka semakin besar peluang untuk dikecewakan.
Kira-kira inilah yang terjadi dalam kehidupan ini, dimana muncul berbagai permasalahan ketika saya pribadi berusaha mendapatkan cintanya seseorang. Kejadian ini memang berawal dari sebuah perkenalan melalui Handpone di akhir priode tahun 2010 yang bermula bertujuan untuk mengisi kekosongan selepas pulang kuliah. Namun lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan pergantian bulan perkenalan melaui HP tersebut membuahkan hasil dimana saya pribadi semakin intens berkomunikasi dengan seorang wanita dalam HP tersebut. Semenjak bulan desember tahun 2010 hingga bulan Februari/Maret tahu 2011, hubungan saya dengan perempuan tersebut berjalan cukup lancar; komunikasipun berjalan setiap waktu baik malam maupun pagi hingga terbesit dalam pemikiran ini ini untuk meneruskan hubungan ini meskipun via HP.
Seperti biasa ketika pergantian bulan demi bulan komunikasi via HP pun cukup intens dan tak pernah lepas setiap hari, namun pada suatu malam saat memasuki bulan April/Maret terjadi omongan yang sangat mengangetkan isi batin ini, yaitu perempuan yang saya idam-idamkan ini mengakui bahwa virginitas alias kehormatannya sudah tiada ketika ia menempuh studi di SMA, dengan nada gusar dan berat hati untuk menerima keadaan tersebut saya terdiam sejenak, kemudian beberapa menit kemudian menanyakan siapa yang tega merenggut kesuciannya pada perempuan tersebut. Lalu dengan suara tertatih-tatih perempuan tersebut menjawab bahwa yang merenggut kesuciannya adalah mantan pacarnya yang berinisial “A”. Dengan jawaban perempuan itu sontak membuat  detak jantung ini hampir pecah dan tak bisa bernapas memikirkan kejadian itu. Dan uniknya kemungkinan itulah saat saya pertama kali merasakan namanya kegalauan cinta. (hehehe)
Seminggu-dua minggu berjalan setelah kejadian tersebut terungkap, saya sendiri mencari refrensi terhadap kegalauan ini terkait jalan apa yang harus diputuskan. Ketika itu kebanyakan kawan-kawan terdekat menyarankan untuk memutuskan hubungan tersebut dan mencari pengganti yang lain, asumsinya banyak yang mengungkapkan bahwa kita adalah laki-laki yang bisa dan kapan saja bisa mendapatkan perempuan yang masih perawan atau virgin. Namun dengan jawaban-jawabn itu membuat saya sendiri justru penasaran lagi dengan keputusan yang akan diambil, kemudaian saya mencoba membuka buku-buku refrensi sebagai landasan ilmiahnya sehingga saya sendiri menemukan berbagai kisah perjuangan cinta yang dijalani dengan saling melengkapi antara kesempurnaan dengan ketidaksempurnaan, misalnya perempuan yang menikahi lelaki cacat, pembantu menikahi bosnya, orang berkulit hitam dengan orang kulit berwarna. Sehingga dengan adanya refrensi baru ini timbul secercah harapan mengenai keputusan apa yang akan ditetapkan, waktu itu juga tak lupa saya salat tahjjud dan salat istikharah minta petunuju pada Tuhan menegenai permasalahan tersebut. Sehingga dengan berbagai kekurangan yang dimiliki perempuan tersebut saya terima dan saya memutuskannya untuk selalu berhubungan bersama dia. Sya berusaha memutuskan perkara tersebut dengan logika dan pemikiran positif yang saya miliki. Namun sebelum itu saya sendiri menawarkan sebuah komitmen bersama terkait keputusan tersebut, komitmen tersebut adalah tidak akan berkomunikasi kembali dengan lelaki yang berinisial “A” dan tidak akan memaafkan selama-lamanya. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan kesepakatan yang telah dibuat anatara saya pribadi dengan perempuan tersebut,  keinginan untuk meneruskn hubungan ini sangat bulat untuk di lanjutkan hingga jenjang waktu yang tak ditentukan. Hingga pada suatu waktu setelah 7 bulan berhubungan melalui via Handphone tanpa ketemu langsung, saya memutuskan diri untuk ketemu dan berjumpa dengan perempuan tersebut tepatnya disalah satu kota terbesar di Indonesia, tepatnya pada 16 Juni 2011. Selama masa pertemuan dan kebersamaan hubungan ini sangat wajar seperti hubungan dua insan manusia lainnya, perkelahian, cemburu, kecewa, dan lain sebagainya masih membekas dan agak sulit diterima karena salah satu penyebabnya adalah perempuan ini masih saja berhubungan dengan lelaki lain, entah itu mantannya ataupun orang lain.
Memasuki usia hubungan yang genap 2 tahun di tahun 2012, rasanya hubungan ini lumayan stabil dan sudah bisa menerima segala kepaitan yang ditemui ketika bersama perempuan tersebut. Pergaulan semakin luas maklum waktu itu saya sendiri menyibukkan diri dalam organisasi kemahasiswaan di kampus, dan perempuan tersebut menyibukkan diri dengan ngajar di sebuah lembaga pendidikan milik bapak temannya. Hubungan cinta keduanya sangat normal dan stabil tanpa ada gesekan atau problem-problem seperti tahun sebelumnya, karena saya sendiri sudah tidak menghiraukan permasalahan keperawanan perempuan tersebut, justru saya cenderung untuk menutupi kekurangan tersebut dengan berbagai cara.
Tahun Tantangan.
Memasuki tahun baru 2013 kami merancang sebuah liburan menuju salah satu daerah wiasata ternama di Indonesia, daerah ini berada di daerah kawasan Indonesia bagian tengah, rencana liburan tersebut di putuskan pada awal bulan Februari (sehabis Ujian Akhir Semester), kami berlibur ke pulau tersebut dengan metode bacpakaer, diikuti oleh empat orang termasuk saya pribadi. Dalam perjalanan liburan kami berempat sangat menikmati liburan tersbut dan sesekali singgah di beberapa tempat wisata di pulau Jawa dan sekitarnya. Mengenai hubungan saya denga perempuan tersebut berjalan seperti biasa dan saya sendiri sudah memberikan kebebasan untuk berkomunikasi dengan siapapun, saya sudah mulai terbuka dan memiliki pemikiran yang hampir dewasa.
Dengan sikap yang saya berikan kepada si perempuan tersebut ternyata dimanfaatkan untuk berkomunikasi kembali dengan mantan yang mencederai virginitasnya, awalnya saya tidak tahu sama sekali sejauh mana hubungannya tersebut. Namun seperti kata pepatah “sepinter-pinter manusia menyimpan bangkai, baunya akan keluar juga” dan itulah yang terjadi saat itu. Tak sengaja dan tanpa direncakan sebelumnya sya sendiri menemukan kejanggalan-kejanggalan ketika menjalani hubungan tersebut. Dengan kejanggalan yang saya alami tersebut, saya sendiri mencoba mengidentifikasi permasalahan tersbut dan akhirnya benar apa yang menjadi pengganjal pemikiran ini terjawab sudah. Ternyata perempuan ini kembali berkomunikasi dengan lelaki yang berinisial “A” yang pernah mencederai virginitasnya, dengan kejadian ini sontak membuat saya kaget dan berfikir kembali mengenai komitmen awal di tahun 2010 lalu. Yang membuat dada ini semakin sesak dan mau membunuh lelaki tersbut adalah dengan lihainya kembali merayu perempuan tersebut dengan meminta beberapa foto bugilnya. Dan foto-foto inilah yang menjadi alat penyerang lelaki ini terhadap saya. Dengan persaaaan geram dan sangat menyesal, saya lalu memanggil perempuan ini menuju tempat tingggalku, kemudian saya memukulnya hingga terjatuh tak bisa berdiri. “kau penghianat, penipu, pelacur yang tak malu dan tak tau untung” kira-kira begitulah makian saya kepadanya.
Hingga tepat di bulan Juni tahun 2013 lalu perselingkuhan perempuan tersebut dengan lelaki yang telah menghilangkan virgintasnya saya ketahui secara  langsung melalui beberapa trik penyelidikan sederhana, hingga setelah kejadian tersebut sontak ingin kembali memutuskan tidak akan melanjutkan hubungan tersebut. Namun lagi-lagi problem yang menjadi kendala adalah ikatan silaturrahmi yang kuat antara perempuan ini dengan keluargaku, dan saya sendiri dengan keluarganya (permpuan tersebut), saya sangat menyesali kasus senonoh tersbut, yaitu kenapa bisa terrulang kembali, dengan kejadian tersbut juga membuat kebencian mendalam terhdap lelaki tersebut dan ingin sekali rasanya membunuhnya. Namun syukurlah dengan keterbatasan waktu dan tempat rasanya rencana-rencana tersebut mulai memudar dan menerima kembali perempuan tersebut karena saya juga sangat perihatin kepadanya, kenapa bersikap seperti itu.
Rekontruksi Hubungan
Tahun 2013 berlalu, berganti dengan tahun selanjutnya dimana terdapat secercah harapan yang lebih baik dalam membangun kembali hubungan yang hampir retak tersebut, tapi jujur dengan kejadian tersbut sontak membuat kepercayaaan ini terus memudar dan terus curiga seakan-akan terjadi lagi sebuah penyimpangan moral tersbut. Makanya tepat sekali di era tahun 2014 lalu nuansa keakraban, kekluargaan, dan kenyamanan hubungan ini kembali seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Saya sangat bersyukur di tahun ini memang tidak ada kendala-kendala yang berakbat fatal dalam hubungan tersebut, namun sedikit kecurigaan, kecembruan itupun masih ada karena dimaklumi kembali bahwa itu adalah wajah dari tumbuhnya cinta tersbeut. Di tahun ini juga tepat priode 4 tahun menjalin hubungan ini terbina secara luar biasa setelah mengarungi beberapa permasalahn speprti informasi kehilangan kevirginitas (keperawanannya) di tahun 2011, perselinghan kembali dengan mantan yang mencederainya di tahun 2013 dimana ditandai dengan pemberian foto-foto bugil yang tak elok dipandang, dan lain sebagainya.
Lalu di tahun ini, 2015 timbul secercah harapan untuk mengubur segala mimpi buruk, kebodohan, penghianatan, perselingkuhan dan lainnya sebagai pedoman untuk merekontruksi kembali hubungan cinta abadi yang di restui tuhan.

Selesai;...................
Nb:
Saya minta maaf kepada para pelaku yang merasa kecewa dengan cerita ini karena ini adalah kisah nyata yang benar terjadi.
Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pelaku pencabulan yang berinisial “A” karena telah menaruh noda hitam kepada si perempuan ini dan telah berhasil merenggut virginitas dan foto-foto bugilnya.
Mengenai bukti dan lain sebagainya untuk saat ini sudah tidak ada karena hanya ada pelaku dan pacar perempuan ini saja yang tahu, dan foto-foto bugil yang sempat di berikan pihak perempuan ke pihak yang berinisial “A” kemungkinan besar masih ada atau sudah tiada karena dari pihak perempuan forto-foto bugil tersbut sudah dihapus, sementara dari pihak yang berinisial “A” kemungkinan masih disimpan. Bagi yang merasa silahkan dikembalikan ke pihak perempuan.
Mengenai tanggung jawab penuh terhadap prilaku yang berinisial “A” kemungkinan besar tidak ada, namun kita rasa cukup tanggung jawabnya saja terhadap Tuhan, karena beliaulah yang tau segala-gala-Nya.
Bagi kaum perempuan, tolong hargai keluarga kalian karena kasihan sekali jikalau anda terjebak dengan apa yang dialami pihak perempuan dalam cerita ini.

Rabu, 31 Desember 2014

Refleksi Diri dan Harapan Menuju 2015


Tak terasa pergantian tahun tinggal menunggu waktu, banyak keberhasilan yang diraih, banyak peluang dijadikan sebagai momentum kebangkitan diri dan alhamdulillah semuanya hampir tercapai.

Untuk persoalan hati, untuk tahun ini tak ada kendala berjalan sesuai dengan seperti yang sudah-sudah, namun ada sekidikt kerikil kecil yang lumayan mempengaruhi relasi yang dibangun empat tahun lalu, dan untuk kedepan semoga semua rencana yang telah direncanakan ini berhasil disertai dengan kedua orang tua dan tentunya ridho Tuhan sang maha pencipta. Karena persoalan hati alias cinta ini sangat penting untuk mengeluarkan diri dari rasa takut (Jampolsky), bukan sebagai cinta sentimental yang sekedar bisa dinikmati melalui lamunan ((Erich Fromm) atau sekedar untuk memuaskan nafsu libido ((Rollo May), akan tetapi cinta yang dimaksud untuk tahun-tahun yang akan datang adalah cinta yang saling membutuhkan pengetahuan, kesetiaan, dan sebuah usaha.

Mengenai pendidikan juga sungguh luar biasa berjalan dengan sangat baik meskipun ada beberapa hal yang membuat saya harus mengulang dan akhirnya sudah selesai di semester kemarin, jam terbang dalam dunia organisasi juga lumayan tinggi dan akhirnya memberikan peluang yang sebesar-besarnya untuk saya meskipun terdapat sedikit kepahitan dalam menjalaninya karena saya yakin juga itu adalah proses pematangan berfikir menjadi lebih arif, bijaksana serta demokratis, dan untuk tahun depan semoga ini menjadi lebih baik lagi baik dalam hal pendidikan, dunia organisasi ataupaun dalam dunia karir selanjutnya. So yang pasti yang utama dan paling utama adalah target bulan Mei Tugas Akhir/Skripsi harus kelar dan bisa lanjutin studi ke jenjang berikutnya dengan tanpa biaya lagi, aaamiiin!!!

Untuk kedua orang tuaku, untuk saat ini saya masih membutuhkan dukunganmu terutama daalam hal doamu untuk keseuksesanku karena setiap langkah ini meyakini bahwa engkaulah orang yang menjadi media Tuhan dalam menyarankan hal-hal terbaik yang perlu di lakukan, dan semoga kedua orang tuaku masih hidup ketika saya menempuh semua yang engkau harapkan dariku.
Untuk hal-hal lain yang belom dicantumkan semoga bisa berjalan dengan baik tanpa ada halangan, karena saya yakin Tuhan selalu mengizinkan dan meridhoi setiap langkahku, baik rencana ataupun cara-cara yang akan saya lakukan di tahun lalu maupun yang akan datang.

Jakarta, 31 Desember 2014 pukul 23.30 WIB
Selamat tahun baru 2015 untuk semuanya..

Rabu, 22 Oktober 2014

Backpackeran Ke Toko Musik Melodia

Pagi sobat blogger??!!!!

Bagi anda penggemar ataupun yang suka main musik mendengar "Melodia" rasanya tak asing lagi. Melodia merupakan salah satu toko musik yang cukup ternama di Indonesia dan memiliki toko-toko besar di beberapa kota seperti Surabaya, Jogja, dan Jakarta.

Di ibukota sendiri toko musik bernama "Melodia" ini berpusat di Jalan Iskandar Muda No 15 B persis di sebrang Hartono Elektronik atau berdampingan dengan Ruko Bank BTN dan Bank DKI. Di toko ini anda bisa temukan berbagai macam bentuk alat musik yang bernilai mulai puluhan ribu hingga puluhan juta.
Pokoknya admin saranin ke toko ini dah buat refrensi alat-alat musiknya.

Untuk lebih jelasnya berikut beberapa catatan backpakeran saya ke lokasi ini:
1. Dari kost menuju pasar rebo tarifnya Rp. 2rb. (Jl. Masjid No. 26 RT02 RW 01, Kel Gedong, Kec Pasar Rebo 13760-Persis Depan Rindam Jaya Condet)
2. Dari Pasar Rebo ke Blok M naik Metromini S76 dengan tarif Rp. 3rb.
3. Dari Terminal Blok M ke Alamat Toko Melodia, naik metromini 74 dengan tarif Rp. 3rb. Persis trun didepan toko melodia.

Dan untuk transportasi balik ke Pasar Rebo, admin saranin sobat muda lewat Terminal Lebak Bulus dah cz untuk rute kembali ke Blok M metro mini S74 ini akan berputar ke Bintaro n itu memakan waktu.
Berikut catatan biaya kembali ke daerah Pasar Rebo:
1. Naek Busway ke arah Lebak Bulus tarifnya sekitar Rp. 3500. Naiknya persis disebrang toko musik "Melodia".
2. Lebak Bulus ke Pasar Rebo naik Kopaja 509 tarifnya Rp. 4rb
3. Pasar Rebo Ke Kost tarifnya 2rb turun di Caglak dekat PP Plaza.

Jadi total biaya bacpakeran saya dari kost ke toko musik "Melodia" adalah Rp. 17.500

Demikian biaya bacpakeran saya ke daerah pusat "Toko Musik Melodia". Murahkan??? Lumayan jugalah buat liat kota-kota Jakarta. Hehehe

Sabtu, 18 Oktober 2014

Harus Kuat n Semangat

Akhir2 ini banyak sekali cobaan yang agak membuyarkan semangat dalam ngikutin kegiatan2 sehari-hari. Seringnya terdengar suara2 tak sedap membuat risih hati ini. Sebenarnya tidak ada niatan ataupun rasa kesel ini untuk diutarakan namun perlakuan ataupun omongannya tak sanggup didengar.

Awalnya agak kaget juga dengan berbagai ungkapan yang dilontarkan sebelumnya, aq tidak pernah mendengar ungkapan beliau seperti ini tapi sudahlah  kita berfikir positif n menganggap ini hal biasa saja. Mungkin beliau punya kuasa dan punya kekuatan untuk mengaturnya. Saya sebagai junior cuma menyerahkan dan membiarkannya berbicara apapun kehendaknya. Tuhan tau apa yang terbaik buat hambanya, dan kericil terdapat